Pages

Selasa, 24 Juli 2012

Tingkatan-tingkatan Puasa

My Story- Bulan penuh rahmat yang datang hanya setahun sekali, yang dalam bulan ini kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, dengan menahan rasa lapar dan dahaga dari mulai terbitnya matahari hingga matahari terbenam.

Ramadan adalah bulan penuh rahmat yang dahulu selalu ditunggu-tunggu oleh para sahabat dan mereka senantiasa berdo'a agar Allah selalu memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa menikmati karunia rahmat-Nya. Adalah dalam bulan Ramadan ketika Kitab suci Al Qur'an pertama kali diturunkan untuk mengumumkan berakhirnya penderitaan ummat manusia pada masa itu yang terkekang dalam jerat perbudakan dan ketidakmengertian. Lailatul Qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan juga jatuh pada bulan ini, dan dalam bulan ini pula kemenangan pertama kali diraih oleh kaum muslimin dengan ditakklukannya makkah. Akan tetapi salah satu dari peristiwa besar yang terdapat dalam bulan ini adalah Puasa dan beberapa hikmah yang bisa diambil dari puasa itu sendiri.

Allah berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS Al Baqoroh:183).

Puasa bukanlah sebatas menahan lapar dan haus sejak mulai terbitnya pagi hingga terbenamnya matahari. Bila direnungi makna dari puasa itu sendiri, maka akan kita dapati ada beberapa hikmah yang terkadang luput dari perenungan kita. Ayat di atas menerangkan bahwasanya puasa telah diwajibkan atas kita untuk menguji seberapa besar ketaqwaan kita pada Allah, yang berarti untuk meninggikan manusia pada puncak ketaqwaan. Disabdakan dalam hadist Nabi: ada tiga pintu syurga yang bernama Rayyan, dan hanya mereka yang berpuasa diizinkan untuk melalui pintu itu, seseorang yang masuk melaluinya maka tidak akan pernah merasa haus.

Dengan puasa kita menjaga hawa nafsu kita agar tidak mengarah pada kejelekan dan kemaksiatan, karena puasa di sini bukanlah sebatas menahan haus dan lapar, melainkan juga menjaga hati dan amalan kita, mengontrol diri dari menjalankan kemaksiatan dan kemungkaran.

Rasulullah pernah bersabda bahwa puasa adalah perlindungan, dan perlindungan ini akan bisa dirasakan selama manusia bisa memaknai nilai-nilai puasa yang dijalankannya.

Diantara manfaatnya berpuasa itu ada dua sisi, yaitu sisi jasmaniah dan rohaniah. Kita telah sering mendengarkan dan membaca manfaat puasa dari segi kesehatan sebagaimana banyak dikupas oleh para ahli kedokteran, bahwa dengan puasa, kita memberikan istirahat bagi alat-alat pencernaan makanan. Di sisi rohaniah, puasa dapat mendorong kita untuk bisa mengontrol kesabaran kita dalam menghadapi keadaan yang sulit, dengan meninggalkan makan dan minum, meskipun dia merasakan haus dan lapar, tetap bisa manahan keinginannya dengan niat dan dorongan yang kuat atas kewajiban yang dijalankan. Bulan suci ini juga mengajarkan kita simpati pada orang miskin, ketika rasa lapar dan dahaga menyerang orang yang sedang menjalankan puasa maka saat itu dia bisa merasakan dan berbagi pengalaman yang dirasakan oleh berjuta ummat muslim yang kelaparan, yang dari sini bisa memotivasi seseorang untuk memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat.

Setelah kita berbicara tentang beberapa hikmah yang dapat diambil dari puasa, maka selanjutnya kita mamasuki pada derajat puasa itu sendiri, setingkat apa puasa yang selama ini telah kita jalankan, apakah hanya sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa dibarengi dengan amalan-amalan yang terpuji ataukah kita telah dapat memaknainya dengan arti sesungguhnya, yaitu dengan merefleksikan pada amalan-amalan keseharian kita?

Puasa ada tingkatan tertentu, dan tingkatan tersebut hanya diri kita sendirilah yang bisa mengukurnya. Tingkatan tersebut antara lain puasa umum, puasa khusus, dan puasa khusus yang dikhususkan.

Puasa umum disini adalah puasa dhohiriah, sebagaimana yang telah kita jalankan yaitu dengan menahan lapar, dahaga, juga menahan diri dari mengikuti hawa nafsu.

Puasa khusus adalah menahan pendengaran, pendangan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota badan kita untuk tidak mengerjakan kemaksiatan. Misalnya menahan telinga kita untuk tidak mendengarkan kebohongan, atau menahan pandangan mata kita untuk tidak melihat hal-hal yang mendorong diri kita untuk berbuat kemaksiatan, serta menahan lisan kita untuk tidak berkata bohong pada orang lain. Berapa banyak kebohongan yang kita lakukan tanpa kita sadari baik itu bohong yang bersifat sepele maupun besar. Dan sebagainya.

Puasa khusus yang dikhususkan adalah puasa hati, yaitu puasa hati dari memperturutkan diri untuk memikirkan hal-hal duniawi, menahan diri dari untuk tetap istiqomah hanya memikirkan Allah dan selalu mengingatnya, jika mendapatkan kenikmatan maka tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur dan jika mendapatkan musibah tidak pernah mengeluh, selain hanya berkata "sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali". Inilah derajat tertinggi dari puasa. Kembali pada diri kita sendirilah yang bisa mengukur sampai di derajat manakah puasa yang selama ini kita jalankan. Sudahkah puasa tersebut bisa betul-betul terefleksikan dalam keseharian kita?

Wallahu a'lam bisshowab.

Sabtu, 14 Juli 2012

Sebuah Kata Sebuah Cerita

My_Story- Tidak hanya sekali kamu berkata, tidak hanya 2 kali kamu berkata tapi berkali-kali kamu dan aku berkata tapi kebodohan yang telah ada takbisa mengerti dari artikata yang ada. Melintasi kata melihat cakrawala, membuka tirai senja, berselimut gontai menjaga mata tak pernah terima dalam otak yang hanya mengerti arti penderitaan dan pahitnya hidup. Tertepikan rasa sakit bermuara cinta tersayat luka, seakan aku sudah buta bisu dan tak bersuara karena wanita menghentikan langkah, berhenti bercerita dan hanya menuding sayatan tajam yang menghujat dan berserah pada malam menghindari siang berpergian tanpa kata tidak berbekal cahaya hanya percaya pada satu kata kuat, memeberi hati sebuah mahkota, memberi jiwa sebuah sutera, tertebak hati sudah bergelora menuju cinta tanpa masa depan, hanya torehan kata tertoreh tinta, setitik embun menghias bunga, terpejam oleh hujan, meronta dan terbang dari kata oleh kata dan untuk kata, sekian dari kata mengucap dan menutup jiwa mensegel hati dari cinta.

Minggu, 01 Juli 2012

Skor Terbesar Dalam Sejarah Final Piala Eropa


Published On: Mon, Jul 2nd, 2012
EURO 2012 | by Suport Spanyol

Final Euro 2012 Spanyol vs Italia: Menangi Piala Eropa, Duo Spanyol Catat Rekor

Mata-Torres
Keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 2012 setelah mengalahkan Italia 4-0 membawa berkah tersendiri bagi para pemainnya. Beberapa diantara mereka langsung mengukir rekor masing-masing selepas wasit Pedro Proenca meniup peluit akhir pertandingan.
Beberapa nama yang juga bermain di final empat tahun lalu menggoreskan nama mereka dalam sejarah dengan bermain di dua partai final Piala Eropa berbeda. Selain itu, Fernando Torres juga mengukir rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol di dua final berbeda.
Dari tim, Spanyol menjadi negara pertama yang sukses meraih hat-trick juara berurutan di turnamen mayor yang mereka ikuti, yakni Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Pelatih Vicente del Bosque mengikuti jejak Helmut Schon yang meraih gelar Piala Eropa dan Piala Dunia bersama negara yang sama.
Masih kurang? Tenang, masih ada lagi rekor yang dicetak oleh dua punggawa Spanyol, yakni Torres dan Juan Mata. Dua pemain Chelsea tersebut mengikuti jejak para pemain terdahulu yang ikut bermain dan sukses mengangkat trofi di final Liga Champions dan Piala Eropa di tahun yang sama.
Sebelum membantu Spanyol meraih trofi ketiga mereka dalam sejarah Piala Eropa, Torres dan Mata juga ikut menjadi bagian dari skuad Chelsea yang menjuarai Liga Champions di bulan Mei silam.
Prestasi seperti itu sebelumnya dicatat oleh Luis Suarez yang juga pemain asal Spanyol. Setelah membantu Real Madrid meraih trofi Liga Champions 1964, ia lalu berandil dalam sukses Spanyol di final Euro 1964 di kandang sendiri.
24 tahun kemudian, empat pemain Belanda mencatat rekor serupa bersama PSV Eindhoven dan Timnas Belanda. Keempat pemain tersebut adalah Hans van Breukelen, Ronald Koeman, Barry van Aerle, dan Gerald Vanenburg.
Baik Torres maupun Mata memiliki kesamaan dalam partai final di Kiev tadi. Mereka sama-sama masuk sebagai pemain pengganti dan juga menjadi pencetak gol ketiga dan keempat Spanyol di laga tersebut.