kedewasaan tak hanya berbatas kata-kata saja,
meski dituliskan atau diucapkan.
kedewasaan tak hanya berbatas pada
perilaku saja,
meski yang dianggap baik ataupun yang dianggap tidak
baik.
karna semuanya adalah relatif
semuanya memiliki sudut
pandang yang berbeda.
kedewasaan adalah bagaimana kita bersikap dan
berpikir dalam bahasa cinta.
bagaimana kita mengubah kemarahan
menjadi kesabaran.
bagaimana kita mengubah kekecewaan menjadi
harapan.
bagaimana kita mengubah masalah menjadi tantangan.
bagaimana kita mengubah kesedihan menjadi harapan.
bagaimana kita
mengolah segala emosi yang timbul dan menjadikannya baik kembali :)
Kamis, 13 September 2012
Selasa, 24 Juli 2012
Tingkatan-tingkatan Puasa
My Story- Bulan penuh rahmat yang datang hanya setahun sekali, yang dalam
bulan ini kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, dengan menahan
rasa lapar dan dahaga dari mulai terbitnya matahari hingga matahari
terbenam.
Ramadan adalah bulan penuh rahmat yang dahulu selalu ditunggu-tunggu oleh para sahabat dan mereka senantiasa berdo'a agar Allah selalu memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa menikmati karunia rahmat-Nya. Adalah dalam bulan Ramadan ketika Kitab suci Al Qur'an pertama kali diturunkan untuk mengumumkan berakhirnya penderitaan ummat manusia pada masa itu yang terkekang dalam jerat perbudakan dan ketidakmengertian. Lailatul Qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan juga jatuh pada bulan ini, dan dalam bulan ini pula kemenangan pertama kali diraih oleh kaum muslimin dengan ditakklukannya makkah. Akan tetapi salah satu dari peristiwa besar yang terdapat dalam bulan ini adalah Puasa dan beberapa hikmah yang bisa diambil dari puasa itu sendiri.
Allah berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS Al Baqoroh:183).
Puasa bukanlah sebatas menahan lapar dan haus sejak mulai terbitnya pagi hingga terbenamnya matahari. Bila direnungi makna dari puasa itu sendiri, maka akan kita dapati ada beberapa hikmah yang terkadang luput dari perenungan kita. Ayat di atas menerangkan bahwasanya puasa telah diwajibkan atas kita untuk menguji seberapa besar ketaqwaan kita pada Allah, yang berarti untuk meninggikan manusia pada puncak ketaqwaan. Disabdakan dalam hadist Nabi: ada tiga pintu syurga yang bernama Rayyan, dan hanya mereka yang berpuasa diizinkan untuk melalui pintu itu, seseorang yang masuk melaluinya maka tidak akan pernah merasa haus.
Dengan puasa kita menjaga hawa nafsu kita agar tidak mengarah pada kejelekan dan kemaksiatan, karena puasa di sini bukanlah sebatas menahan haus dan lapar, melainkan juga menjaga hati dan amalan kita, mengontrol diri dari menjalankan kemaksiatan dan kemungkaran.
Rasulullah pernah bersabda bahwa puasa adalah perlindungan, dan perlindungan ini akan bisa dirasakan selama manusia bisa memaknai nilai-nilai puasa yang dijalankannya.
Diantara manfaatnya berpuasa itu ada dua sisi, yaitu sisi jasmaniah dan rohaniah. Kita telah sering mendengarkan dan membaca manfaat puasa dari segi kesehatan sebagaimana banyak dikupas oleh para ahli kedokteran, bahwa dengan puasa, kita memberikan istirahat bagi alat-alat pencernaan makanan. Di sisi rohaniah, puasa dapat mendorong kita untuk bisa mengontrol kesabaran kita dalam menghadapi keadaan yang sulit, dengan meninggalkan makan dan minum, meskipun dia merasakan haus dan lapar, tetap bisa manahan keinginannya dengan niat dan dorongan yang kuat atas kewajiban yang dijalankan. Bulan suci ini juga mengajarkan kita simpati pada orang miskin, ketika rasa lapar dan dahaga menyerang orang yang sedang menjalankan puasa maka saat itu dia bisa merasakan dan berbagi pengalaman yang dirasakan oleh berjuta ummat muslim yang kelaparan, yang dari sini bisa memotivasi seseorang untuk memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat.
Setelah kita berbicara tentang beberapa hikmah yang dapat diambil dari puasa, maka selanjutnya kita mamasuki pada derajat puasa itu sendiri, setingkat apa puasa yang selama ini telah kita jalankan, apakah hanya sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa dibarengi dengan amalan-amalan yang terpuji ataukah kita telah dapat memaknainya dengan arti sesungguhnya, yaitu dengan merefleksikan pada amalan-amalan keseharian kita?
Puasa ada tingkatan tertentu, dan tingkatan tersebut hanya diri kita sendirilah yang bisa mengukurnya. Tingkatan tersebut antara lain puasa umum, puasa khusus, dan puasa khusus yang dikhususkan.
Puasa umum disini adalah puasa dhohiriah, sebagaimana yang telah kita jalankan yaitu dengan menahan lapar, dahaga, juga menahan diri dari mengikuti hawa nafsu.
Puasa khusus adalah menahan pendengaran, pendangan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota badan kita untuk tidak mengerjakan kemaksiatan. Misalnya menahan telinga kita untuk tidak mendengarkan kebohongan, atau menahan pandangan mata kita untuk tidak melihat hal-hal yang mendorong diri kita untuk berbuat kemaksiatan, serta menahan lisan kita untuk tidak berkata bohong pada orang lain. Berapa banyak kebohongan yang kita lakukan tanpa kita sadari baik itu bohong yang bersifat sepele maupun besar. Dan sebagainya.
Puasa khusus yang dikhususkan adalah puasa hati, yaitu puasa hati dari memperturutkan diri untuk memikirkan hal-hal duniawi, menahan diri dari untuk tetap istiqomah hanya memikirkan Allah dan selalu mengingatnya, jika mendapatkan kenikmatan maka tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur dan jika mendapatkan musibah tidak pernah mengeluh, selain hanya berkata "sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali". Inilah derajat tertinggi dari puasa. Kembali pada diri kita sendirilah yang bisa mengukur sampai di derajat manakah puasa yang selama ini kita jalankan. Sudahkah puasa tersebut bisa betul-betul terefleksikan dalam keseharian kita?
Wallahu a'lam bisshowab.
Sabtu, 14 Juli 2012
Sebuah Kata Sebuah Cerita
My_Story- Tidak hanya sekali kamu berkata, tidak hanya 2 kali kamu berkata tapi berkali-kali kamu dan aku berkata tapi kebodohan yang telah ada takbisa mengerti dari artikata yang ada. Melintasi kata melihat cakrawala, membuka tirai senja, berselimut gontai menjaga mata tak pernah terima dalam otak yang hanya mengerti arti penderitaan dan pahitnya hidup. Tertepikan rasa sakit bermuara cinta tersayat luka, seakan aku sudah buta bisu dan tak bersuara karena wanita menghentikan langkah, berhenti bercerita dan hanya menuding sayatan tajam yang menghujat dan berserah pada malam menghindari siang berpergian tanpa kata tidak berbekal cahaya hanya percaya pada satu kata kuat, memeberi hati sebuah mahkota, memberi jiwa sebuah sutera, tertebak hati sudah bergelora menuju cinta tanpa masa depan, hanya torehan kata tertoreh tinta, setitik embun menghias bunga, terpejam oleh hujan, meronta dan terbang dari kata oleh kata dan untuk kata, sekian dari kata mengucap dan menutup jiwa mensegel hati dari cinta.
Minggu, 01 Juli 2012
Skor Terbesar Dalam Sejarah Final Piala Eropa
Published On: Mon, Jul 2nd, 2012
EURO 2012 | by Suport Spanyol
Final Euro 2012 Spanyol vs Italia: Menangi Piala Eropa, Duo Spanyol Catat Rekor
Keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 2012 setelah mengalahkan Italia 4-0 membawa berkah tersendiri bagi para pemainnya. Beberapa diantara mereka langsung mengukir rekor masing-masing selepas wasit Pedro Proenca meniup peluit akhir pertandingan.
Beberapa nama yang juga bermain di final empat tahun lalu menggoreskan nama mereka dalam sejarah dengan bermain di dua partai final Piala Eropa berbeda. Selain itu, Fernando Torres juga mengukir rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol di dua final berbeda.
Dari tim, Spanyol menjadi negara pertama yang sukses meraih hat-trick juara berurutan di turnamen mayor yang mereka ikuti, yakni Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Pelatih Vicente del Bosque mengikuti jejak Helmut Schon yang meraih gelar Piala Eropa dan Piala Dunia bersama negara yang sama.
Masih kurang? Tenang, masih ada lagi rekor yang dicetak oleh dua punggawa Spanyol, yakni Torres dan Juan Mata. Dua pemain Chelsea tersebut mengikuti jejak para pemain terdahulu yang ikut bermain dan sukses mengangkat trofi di final Liga Champions dan Piala Eropa di tahun yang sama.
Sebelum membantu Spanyol meraih trofi ketiga mereka dalam sejarah Piala Eropa, Torres dan Mata juga ikut menjadi bagian dari skuad Chelsea yang menjuarai Liga Champions di bulan Mei silam.
Prestasi seperti itu sebelumnya dicatat oleh Luis Suarez yang juga pemain asal Spanyol. Setelah membantu Real Madrid meraih trofi Liga Champions 1964, ia lalu berandil dalam sukses Spanyol di final Euro 1964 di kandang sendiri.
24 tahun kemudian, empat pemain Belanda mencatat rekor serupa bersama PSV Eindhoven dan Timnas Belanda. Keempat pemain tersebut adalah Hans van Breukelen, Ronald Koeman, Barry van Aerle, dan Gerald Vanenburg.
Baik Torres maupun Mata memiliki kesamaan dalam partai final di Kiev tadi. Mereka sama-sama masuk sebagai pemain pengganti dan juga menjadi pencetak gol ketiga dan keempat Spanyol di laga tersebut.
Kamis, 28 Juni 2012
Pecundangi Portugal, Spanyol Melaju ke Final
SUPORT SPANYOL- Spanyol berpeluang besar mempertahankan gelar juara Eropa setelah
memastikan satu tiket final Piala Eropa 2012. Hasil itu didapat setelah
Spanyol mengalahkan Portugal lewat drama adu penalti yang berkesudahan
4-2.
Spanyol yang mendapat kesempatan pertama gagal menghasilkan angka. Tendangan Alonso mampu dibaca dengan baik oleh penjaga gawang Portugal, Rui Patricio. Hal yang sama juga menimpa Portugal. Di kesempatan pertamanya, Joao Moutinho juga gagal setelah kiper sekaligus kapten tim Spanyol, Iker Casillas membaca arah bola dengan baik.
Selanjutnya Iniesta (Spanyol), Pepe (Portugal), Gerard Pique (Spanyol), Nani (Portugal), Sergio Ramos (Spanyol) berhasil melaksakan tugas mereka dengan baik.
Nasib sial akhirnya menimpa pemain belakang Portugal, Bruno Alves. Saat menjalankan tugasnya, tendangan Alves hanya menyentuh mistar gawang Casillas.
Kemenangan Spanyol ditentukan oleh Fabregas. Tendangan kaki kanannya meluncur deras ke sisi kanan gawang Portugal. Meski sempat menyentuh mistar gawang, bola berbelok masuk ke dalam gawang.
Spanyol pun melenggang ke babak final Piala Eropa 2012 dengan keunggulan 4-2.
Spanyol yang mendapat kesempatan pertama gagal menghasilkan angka. Tendangan Alonso mampu dibaca dengan baik oleh penjaga gawang Portugal, Rui Patricio. Hal yang sama juga menimpa Portugal. Di kesempatan pertamanya, Joao Moutinho juga gagal setelah kiper sekaligus kapten tim Spanyol, Iker Casillas membaca arah bola dengan baik.
Selanjutnya Iniesta (Spanyol), Pepe (Portugal), Gerard Pique (Spanyol), Nani (Portugal), Sergio Ramos (Spanyol) berhasil melaksakan tugas mereka dengan baik.
Nasib sial akhirnya menimpa pemain belakang Portugal, Bruno Alves. Saat menjalankan tugasnya, tendangan Alves hanya menyentuh mistar gawang Casillas.
Kemenangan Spanyol ditentukan oleh Fabregas. Tendangan kaki kanannya meluncur deras ke sisi kanan gawang Portugal. Meski sempat menyentuh mistar gawang, bola berbelok masuk ke dalam gawang.
Spanyol pun melenggang ke babak final Piala Eropa 2012 dengan keunggulan 4-2.
Sabtu, 23 Juni 2012
EURO 2012: Spanyol vs Prancis, tim matador berhasil kalahkan sejarah
Suport Spanyol- Enam kali kalah di pertandingan resmi terakhir, akhirnya Spanyol
membalikkan sejarah setelah menang atas Prancis 2-0 di perempatfinal
Piala Eropa 2012.
Xabi Alonso menandai caps ke-100 di timnas dengan sepasang gol yang mengantar Spanyol menyegel satu tempat di semi-final. Tim Matador sudah lebih dulu ditunggu Portugal.
Skenario yang menjagokan Spanyol di Euro 2012 sejauh ini masih berjalan mulus. Spanyol tanpa kesulitan mengeliminasi Prancis di perempat-final dengan skor 2-0 pada laga yang dihelat di Donbass Arena, Sabtu (23/6) malam waktu setempat.
Sepasang gol Xabi Alonso masing-masing di menit 19 dan 90 lewat titik putih memupuskan harapan Les Blues untuk membalas kekecewaan di Piala Dunia 2010. Gol ini amat spesial bagi gelandang Real Madrid yang melakoni laga ke-100 bersama La Furia Roja.
Dengan keberhasilan ini, skuat besutan Vicente del Bosque akan menghadapi Portugal yang lebih dulu memastikan tempat di empat besar. Kemarin, Seleccao mengunci tiket semi-final berkat gol tunggal Cristiano Ronaldo yang membekuk Republik Ceko.
Vicente del Bosque kembali tak memainkan striker murni di laga krusial kontra Prancis. Sama seperti ketika melawan Italia di pertandingan pertama penyisihan Grup C, La Furia Roja menurunkan Cesc Fabregas sebagai "striker palsu", sementara Fernando Torres harus puas dicadangkan.
Di kubu Prancis, kejutan juga terjadi. Laurent Blanc memutuskan tak memainkan gelandang Samir Nasri.
Seperti biasa, Spanyol mencoba menguasai bola sejak menit awal. Baru tiga menit laga berjalan, Jordi Alba menyisir melalui sisi kiri, namun Adil Rami dengan cepat mengantisipasi serangan La Furia Roja.
Fabregas mendapatkan kans di menit kelima, tapi saat mencoba menjangkau bola pergerakannya dihalau Gael Clichy. Gelandang Barcelona itu berharap wasit Nicola Rizzoli memberikan penalti, namun pria asal Italia tersebut tak mengindahkan protes Fabregas.
Tidak lama berselang, giliran Xabi Alonso yang mencoba mencetak gol di pertandingan ke-100-nya bersama Tim Matador, namun tendangan pemain Real Madrid itu masih dengan mudah dibendung Hugo Lloris.
Pertandingan berjalan alot hingga menit 15, Spanyol yang terus menguasai permainan tidak mampu menciptakan peluang berbahaya di depan gawang Lloris. Sebaliknya Les Bleus hanya menunggu memanfaatkans serangan balik.
Tapi, La Furia Roja akhirnya "membangunkan" suporter berkat gol Alonso di menit 19. Berawal dari aksi Andres Iniesta yang memberikan umpan kepada Alba, bek kiri Valencia itu adu cepat dengan Debuchy yang tejatuh di dekat area penalti. Alba kemudian mengirim crossing ke sisi kanan, di mana Alonso dengan bebas melepaskan sundulan yang mengoyak jala Lloris.
Prancis yang sudah tertinggal mau tidak mau harus keluar menyerang demi menyamakan kedudukan. Karim Benzema mendapat peluang melalui tendangan bebas di menit 25, sayang sepakannya jauh melambung di atas mistar Iker Casillas.
Spanyol, seperti dilansir goal.com, langsung merespons serangan Les Bleus dan kembali memperoleh peluang melalui Iniesta. Hanya saja, bola hasil umpan lambung Fabregas gagal dimaksimalkan dan hanya membuahkan tendangan sudut.
Casillas baru mulai mendapat ancaman berarti menepis tendangan bebas Cabaye. Kemudian sempat terjadi kemelut di depan gawang yang berasal dari sepak pojok Ribery, tapi si kulit bundar berhasil diamankan kapten Tim Matador.
Dua peluang beruntun diperoleh La Furia Roja. Pertama, sepakan Iniesta yang hanya membuahkan tendangan corner, kemudian sundulan Gerard Pique masih belum menemui sasaran sehingga skor 1-0 untuk keunggulan Spanyol bertahan hingga turun minum.
Tidak ada pergantian pemain dari kedua kubu pascajeda ini, namun Tim Ayam Jantan mengambil inisiatif serangan. Benzema mengeceoh pertahanan lawan, kemudian memberikan umpan kepada Debuchy namun bola lepas dari kakinya.
Prancis kembali mengancam pertahanan Tim Matador, tapi Ribery gagal memaksimalkan passing cantik Benzema karena Sergio Ramos dengan cepat membuang bola. Solidnya lini belakang La Roja kembali mematahkan kerja sama Benzema-Ribery, ketika Segio Busquets memotong bola dari tengah.
Sementara Iniesta dkk kesulitan membangun serangan, Prancis kembali mengancam dengan sundulan Debuchy yang meneruskan umpan silang Ribery, Tapi gawang Casillas masih aman karena sundulan Debuchy masih melayang di atas mistar.
Di menit 62, Fabregas nyaris menggandakan keunggulan timnya melalui sebuah serangan balik cepat. Beruntung Lloris dengan cepat keluar dari sarangnya untuk menangkap si kulit bundar.
Melihat lini depan yang mandul, Del Bosque memasukkan Pedro Rodriguez dan Fernando Torres sementara David Silva dan Cesc Fabregas ditarik keluar. Blanc juga menurunkan Samir Nasri dan Jemery Menez yang masuk menggantikan Florent Malouda dan Mathieu Debuchy.
Pedro langsung menebar ancaman dengan memberikan umpan kepada Torres, tapi Koscielny melakukan sliding sehingga striker Chelsea itu gagal memaksimalkan peluang.
Prancis berbalik mengancam. Aksi brilian Ribery menerima passing M'Vila sukses menembus lini belakang La Furia Roja, kemudian memberikan crossing ke depan gawang. Sayang bola tidak mampu dijangkau Menez dan Casillas dengan sigap menyelamatkan gawang.
Torres nyaris memperbesar keunggulan La Roja, tapi terperangkap off-side meski sebelumnya El Nino melakukan upaya untuk menjebol gawang Lloris.
Prancis kian gencar melancarkan serangan di sisa lima menit pertandingan demi memaksakan hasil imbang, tapi lagi-lagi upaya Ribery masih belum bisa mengubah kedudukan.
Tapim justru Spanyol-lah yang menambah skor di menit-menit akhir laga melalui melalui titik 12 pas. Berawal dari aksi Pedro di kotak penalti yang dijatuhkan Reveillere wasit Rizzola tanpa ragu memberikan hadiah penalti dan Alonso sukses menjadi eksekutor sekaligus mengantar La Roja ke semi-final untuk berhadapan dengan Portugal
Xabi Alonso menandai caps ke-100 di timnas dengan sepasang gol yang mengantar Spanyol menyegel satu tempat di semi-final. Tim Matador sudah lebih dulu ditunggu Portugal.
Skenario yang menjagokan Spanyol di Euro 2012 sejauh ini masih berjalan mulus. Spanyol tanpa kesulitan mengeliminasi Prancis di perempat-final dengan skor 2-0 pada laga yang dihelat di Donbass Arena, Sabtu (23/6) malam waktu setempat.
Sepasang gol Xabi Alonso masing-masing di menit 19 dan 90 lewat titik putih memupuskan harapan Les Blues untuk membalas kekecewaan di Piala Dunia 2010. Gol ini amat spesial bagi gelandang Real Madrid yang melakoni laga ke-100 bersama La Furia Roja.
Dengan keberhasilan ini, skuat besutan Vicente del Bosque akan menghadapi Portugal yang lebih dulu memastikan tempat di empat besar. Kemarin, Seleccao mengunci tiket semi-final berkat gol tunggal Cristiano Ronaldo yang membekuk Republik Ceko.
Vicente del Bosque kembali tak memainkan striker murni di laga krusial kontra Prancis. Sama seperti ketika melawan Italia di pertandingan pertama penyisihan Grup C, La Furia Roja menurunkan Cesc Fabregas sebagai "striker palsu", sementara Fernando Torres harus puas dicadangkan.
Di kubu Prancis, kejutan juga terjadi. Laurent Blanc memutuskan tak memainkan gelandang Samir Nasri.
Seperti biasa, Spanyol mencoba menguasai bola sejak menit awal. Baru tiga menit laga berjalan, Jordi Alba menyisir melalui sisi kiri, namun Adil Rami dengan cepat mengantisipasi serangan La Furia Roja.
Fabregas mendapatkan kans di menit kelima, tapi saat mencoba menjangkau bola pergerakannya dihalau Gael Clichy. Gelandang Barcelona itu berharap wasit Nicola Rizzoli memberikan penalti, namun pria asal Italia tersebut tak mengindahkan protes Fabregas.
Tidak lama berselang, giliran Xabi Alonso yang mencoba mencetak gol di pertandingan ke-100-nya bersama Tim Matador, namun tendangan pemain Real Madrid itu masih dengan mudah dibendung Hugo Lloris.
Pertandingan berjalan alot hingga menit 15, Spanyol yang terus menguasai permainan tidak mampu menciptakan peluang berbahaya di depan gawang Lloris. Sebaliknya Les Bleus hanya menunggu memanfaatkans serangan balik.
Tapi, La Furia Roja akhirnya "membangunkan" suporter berkat gol Alonso di menit 19. Berawal dari aksi Andres Iniesta yang memberikan umpan kepada Alba, bek kiri Valencia itu adu cepat dengan Debuchy yang tejatuh di dekat area penalti. Alba kemudian mengirim crossing ke sisi kanan, di mana Alonso dengan bebas melepaskan sundulan yang mengoyak jala Lloris.
Prancis yang sudah tertinggal mau tidak mau harus keluar menyerang demi menyamakan kedudukan. Karim Benzema mendapat peluang melalui tendangan bebas di menit 25, sayang sepakannya jauh melambung di atas mistar Iker Casillas.
Spanyol, seperti dilansir goal.com, langsung merespons serangan Les Bleus dan kembali memperoleh peluang melalui Iniesta. Hanya saja, bola hasil umpan lambung Fabregas gagal dimaksimalkan dan hanya membuahkan tendangan sudut.
Casillas baru mulai mendapat ancaman berarti menepis tendangan bebas Cabaye. Kemudian sempat terjadi kemelut di depan gawang yang berasal dari sepak pojok Ribery, tapi si kulit bundar berhasil diamankan kapten Tim Matador.
Dua peluang beruntun diperoleh La Furia Roja. Pertama, sepakan Iniesta yang hanya membuahkan tendangan corner, kemudian sundulan Gerard Pique masih belum menemui sasaran sehingga skor 1-0 untuk keunggulan Spanyol bertahan hingga turun minum.
Tidak ada pergantian pemain dari kedua kubu pascajeda ini, namun Tim Ayam Jantan mengambil inisiatif serangan. Benzema mengeceoh pertahanan lawan, kemudian memberikan umpan kepada Debuchy namun bola lepas dari kakinya.
Prancis kembali mengancam pertahanan Tim Matador, tapi Ribery gagal memaksimalkan passing cantik Benzema karena Sergio Ramos dengan cepat membuang bola. Solidnya lini belakang La Roja kembali mematahkan kerja sama Benzema-Ribery, ketika Segio Busquets memotong bola dari tengah.
Sementara Iniesta dkk kesulitan membangun serangan, Prancis kembali mengancam dengan sundulan Debuchy yang meneruskan umpan silang Ribery, Tapi gawang Casillas masih aman karena sundulan Debuchy masih melayang di atas mistar.
Di menit 62, Fabregas nyaris menggandakan keunggulan timnya melalui sebuah serangan balik cepat. Beruntung Lloris dengan cepat keluar dari sarangnya untuk menangkap si kulit bundar.
Melihat lini depan yang mandul, Del Bosque memasukkan Pedro Rodriguez dan Fernando Torres sementara David Silva dan Cesc Fabregas ditarik keluar. Blanc juga menurunkan Samir Nasri dan Jemery Menez yang masuk menggantikan Florent Malouda dan Mathieu Debuchy.
Pedro langsung menebar ancaman dengan memberikan umpan kepada Torres, tapi Koscielny melakukan sliding sehingga striker Chelsea itu gagal memaksimalkan peluang.
Prancis berbalik mengancam. Aksi brilian Ribery menerima passing M'Vila sukses menembus lini belakang La Furia Roja, kemudian memberikan crossing ke depan gawang. Sayang bola tidak mampu dijangkau Menez dan Casillas dengan sigap menyelamatkan gawang.
Torres nyaris memperbesar keunggulan La Roja, tapi terperangkap off-side meski sebelumnya El Nino melakukan upaya untuk menjebol gawang Lloris.
Prancis kian gencar melancarkan serangan di sisa lima menit pertandingan demi memaksakan hasil imbang, tapi lagi-lagi upaya Ribery masih belum bisa mengubah kedudukan.
Tapim justru Spanyol-lah yang menambah skor di menit-menit akhir laga melalui melalui titik 12 pas. Berawal dari aksi Pedro di kotak penalti yang dijatuhkan Reveillere wasit Rizzola tanpa ragu memberikan hadiah penalti dan Alonso sukses menjadi eksekutor sekaligus mengantar La Roja ke semi-final untuk berhadapan dengan Portugal
Jumat, 22 Juni 2012
Jelang Berlaga, Spanyol Kompak, Skuad Prancis Justru Bertengkar
Suport spanyol- Spanyol harus mengalahkan Prancis di kompetisi internasional untuk pertama kalinya bila mereka ingin lolos ke semi final.
Isu pertengkaran yang terjadi di dalam skuad Prancis bisa menjadi
kesempatan bagi La Furia Roja untuk membuat rekor pertama menang atas
Les Bleus di turnamen.
Perselisihan antara pemain Les Bleus berujung pada hengkangnya tim
"ayam jantan" di Piala Dunia 2010, seperti dilansir dari Reuters.
Hal yang sama terjadi lagi kali ini seperti diakui para pemain setelah Prancis dihajar Swedia 2-0 di babak Grup D.
Di sisi lain, Spanyol telah memperlihatkan kekompakan menjelang perempat final di Donetsk.
Spanyol dan Prancis pernah bertemu di enam turnamen yang belum pernah
dimenangkan La Furia Roja. Dari enam laga, Prancis telah memenangkan
lima pertandingan, termasuk 2-1 di perempat final Piala Eropa 2000 saat
Raul dari Spanyol gagal mengeksekusi penalti, dan 3-1 di Piala Dunia
2006.
Penerus Raul, Fernando Torres, percaya timnya telah memetik pelajaran dari kesalahan La Furia Roja di Piala Dunia saat itu.
Setelah mengevaluasi diri akhirnya Spanyol berhasil menjadi juara Piala
Dunia 2010. Torres juga mengatakan ini adalah saat yang tepat untuk
mengakhiri rekor Spanyol yang belum pernah menang dari Prancis.
Sama seperti Torres, penjaga gawang Iker Casillas dan Pepe Reina,
gelandang Xavi, Xabi Alonso, Cesc Fabregas, Andres Iniesta, serta pemain
bertahan Sergio Ramos adalah alumni dari skuad yang melawan Prancis di
Hanover enam tahun lalu.
Menentang prediksi
"Kami harap kali ini pengalaman yang telah kami petik bisa
menguntungkan Spanyol," tulis Torres di situs pribadinya
(www.fernando9torres.com) pada Kamis.
"Ini adalah kesempatan bagus untuk mengakhiri kekalahan
beruntun. Dan timnas kami biasanya bisa membuat rekor baru dan
membuktikan prediksi itu bisa salah," kata pemain berusia 28 tahun itu.
"Kami harap Prancis tidak bertanding dalam kondisi prima, tapi
kalaupun mereka begitu, kami akan bersiap-siap. Kali ini, Spanyol sukar
dikalahkan bila kami sedang dalam kondisi sempurna," katanya.
Saat anggota skuad La Furia Roja lengkap dan siap turun lapangan,
pelatih Prancis Laurent Blanc harus bertarung tanpa Philippe Mexes yang
sedang diskors.
Untuk menggantikannya, Blanc akan menurunkan Laurent Koscielny untuk bekerjasama dengan Adil Rami di lini pertahanan tengah.
Blanc sepertinya akan menurunkan Yohan Cabaye lagi di lini tengah
bersama Alou Diarra dan Yann Mvila, sementara Karim Benzema dan Frank
Ribery akan bermain bersama Jeremy Menez di lini depan.
Samir Nasri akan disimpan di bangku cadangan, setidaknya di awal pertandingan.
Pemain Real Madrid, Benzema, yang kenal betul pemain Spanyol dari La
Liga mengatakan pada wartawan ada satu hal positif yang menguntungkan
Prancis dari gaya bermain La Furia Roja.
Menurut Benzema, gaya bermain Spanyol biasanya menyisakan banyak celah. Itulah yang akan dimanfaatkan Prancis.
"Spanyol tentu akan jadi tim favorit. Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia," kata Benzema.
Gelandang Florent Malouda berkomentar tentang rekan se-timnya di
Chelsea, Torres, yang permainannya mulai kembali tajam setelah sekian
lama terpuruk dan kinerjanya menurun. Kini Torres kembali menjadi orang
yang ditakuti lawan dari timnas Spanyol.
"Dia mengakhiri musim dengan sangat baik, dia pasti tidak sabar
menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu striker terbaik di dunia,"
ujar Malouda.
"Dia adalah ancaman. Dia bisa menyumbang dua atau tiga gol dan mengobrak-abrik pertahanan lawan sendirian," tutur Malouda.
Berharap pada XAVI
Suport Spanyol- Perjuangan timnas Spanyol di Piala Eropa 2012 sedikit terganggu dengan kurang maksimalnya penampilan gelandang Xavi Hernandez.
Terlepas dari penampilan bagusnya pada 45 menit pertama melawan Italia, pemain berusia 32 tahun yang menjadi motor serangan di lini tengah Spanyol seakan tak mengeluarkan tajinya di laga final ketujuhnya termasuk di Olimpiade 2000.
Pakar tiki-taka, sebutan untuk gaya permainan Spanyol yang menekankan pada umpan-umpan pendek, seakan kalah bersinar dari rekan satu klubnya di Barcelona Andres Iniesta.
Sementara pemain veteran Italia Andrea Pirlo dalam usianya yang tidak muda lagi bisa menunjukkan permainan apik sebagai gelandang sejauh ini.
Spanyol telah bermain cukup baik tanpa penampilan terbaik Xavi, memenangi dua pertandingan dan imbang melawan Italia, namun tetap berharap bermain dengan didukung kondisi pemain yang sempurna dalam laga melawan Prancis di perempat-final yang akan digelar di Donetsk, Minggu.
Xavi, peraih tiga medali perunggu Ballon D`Or, akan memenangi pertandingan ke-113 pada Sabtu sejak melakukan debut pertamanya membela Spanyol pada 2000.
"Dia adalah anak yang hebat yang berdedikasi tinggi kepada tim nasional," kata pelatih Spanyol Vicente Del Bosque.
"Xavi menjadi patokan di tim, secara personal dan profesional. Sangat sulit untuk mengatakan siapa yang terbaik di dalam sejarah sepak bola Spanyol, namun Xavi adalah salah satu yang terbaik," kata Bosque.
Pemainan menurun Xavi sering dikaitkan dengan komentar-komentar miring tentang hubungan antara pemain Real Madrid dan Barcelona di timnas Spanyol.
"Kami mengucapkan selamat kepada Real Madrid karena memenangi gelar setelah beberapa tahun terakhir ini gagal meraihnya," kata Xavi.
Publik mungkin mengatakan kekecewaan Xavi terbawa di lapangan ketika Spanyol berlaga di Piala Eropa 2012.
Namun jika ada sesuatu yang bisa memotivasi dia untuk kembali sebagai konduktor orkestra timnas, Spanyol akan bisa mengalahkan Prancis di perempat-final sekaligus membalas kekalahan mereka di Piala Dunia 2006.
Xavi telah menanti enam tahun untuk kesempatan tersebut.
"Itu lah yang saya lakukan. Mencari ruang. Setiap hari. Saya selalu mencari," kata Xavi.
Spanyol sekarang bertumpu kepada Xavi untuk bisa bermain bagus sehingga menghilangkan ketakutan tentang sang "dalang" yang kehilangan kemampuan untuk mengguncang lapangan.
Terlepas dari penampilan bagusnya pada 45 menit pertama melawan Italia, pemain berusia 32 tahun yang menjadi motor serangan di lini tengah Spanyol seakan tak mengeluarkan tajinya di laga final ketujuhnya termasuk di Olimpiade 2000.
Pakar tiki-taka, sebutan untuk gaya permainan Spanyol yang menekankan pada umpan-umpan pendek, seakan kalah bersinar dari rekan satu klubnya di Barcelona Andres Iniesta.
Sementara pemain veteran Italia Andrea Pirlo dalam usianya yang tidak muda lagi bisa menunjukkan permainan apik sebagai gelandang sejauh ini.
Spanyol telah bermain cukup baik tanpa penampilan terbaik Xavi, memenangi dua pertandingan dan imbang melawan Italia, namun tetap berharap bermain dengan didukung kondisi pemain yang sempurna dalam laga melawan Prancis di perempat-final yang akan digelar di Donetsk, Minggu.
Xavi, peraih tiga medali perunggu Ballon D`Or, akan memenangi pertandingan ke-113 pada Sabtu sejak melakukan debut pertamanya membela Spanyol pada 2000.
"Dia adalah anak yang hebat yang berdedikasi tinggi kepada tim nasional," kata pelatih Spanyol Vicente Del Bosque.
"Xavi menjadi patokan di tim, secara personal dan profesional. Sangat sulit untuk mengatakan siapa yang terbaik di dalam sejarah sepak bola Spanyol, namun Xavi adalah salah satu yang terbaik," kata Bosque.
Pemainan menurun Xavi sering dikaitkan dengan komentar-komentar miring tentang hubungan antara pemain Real Madrid dan Barcelona di timnas Spanyol.
"Kami mengucapkan selamat kepada Real Madrid karena memenangi gelar setelah beberapa tahun terakhir ini gagal meraihnya," kata Xavi.
Publik mungkin mengatakan kekecewaan Xavi terbawa di lapangan ketika Spanyol berlaga di Piala Eropa 2012.
Namun jika ada sesuatu yang bisa memotivasi dia untuk kembali sebagai konduktor orkestra timnas, Spanyol akan bisa mengalahkan Prancis di perempat-final sekaligus membalas kekalahan mereka di Piala Dunia 2006.
Xavi telah menanti enam tahun untuk kesempatan tersebut.
"Itu lah yang saya lakukan. Mencari ruang. Setiap hari. Saya selalu mencari," kata Xavi.
Spanyol sekarang bertumpu kepada Xavi untuk bisa bermain bagus sehingga menghilangkan ketakutan tentang sang "dalang" yang kehilangan kemampuan untuk mengguncang lapangan.
Gol Tunggal Cristiano Ronaldo Antarkan Portugal ke Semifinal Euro 2012Suport Spanyol-Meski sempat diejek oleh presiden klub Barcelona, Sandro Rosell, sebagai pemain terbaik dunia ke-12, Cristiano Ronaldo sukses membungkam kritikan tersebut dengan mencetak gol tunggal di laga perempat final. Melawan Republik Ceko, Kamis (21/6), di Warsawa, tandukan striker Real Madrid itu menyambut umpan silang Joao Moutinho pada menit ke-79 mengantarkan Portugal maju ke babak semifinal Euro 2012. "Kami memiliki kualitas untuk melaju ke semifinal," kata Ronaldo. "Kami senang namun (kami) tahu pertandingan berikutnya akan sulit, namun tim ini sangat matang dan kami siap." Pelatih Portugal, Paulo Bento, merasa bangga dengan kemenangan tim. Apalagi Republik Ceko bukanlah lawan yang bisa diremehkan. "Pertandingan ini sangat berbeda dengan saat kami melawan Belanda. Kami tak heran jika pertahanan Ceko sangat kuat," ujar Bento. "Tapi kami tahu kalau tim bisa mencetak banyak peluang. Sungguh respon yang hebat terutama di pertengahan babak kedua." Sementara itu, pelatih Ceko, Michal Bilek, cukup sportif dengan kekalahan skuadnya. Ia memuji ketangguhan Portugal yang terus mencoba membobol gawang kiper jangkung Petr Cech. "Portugal adalah tim terbaik," kata pelatih 47 tahun itu. "Serangan mereka sangat kuat. Petr Cech harus melakukan beberapa penyelamatan mengejutkan untuk menjaga kami. Kami ingin bermain dengan pertahanan solid dan bergantung pada serangan balik, namun kami mulai kehabisan energi pada babak kedua." Dengan kemenangan tersebut, Portugal duduk sebagai runner-up di Grup B dengan koleksi 6 poin. Kepastian siapa lawan Portugal berikutnya masih harus menunggu jawara Grup D laga perempat final Perancis vs Spanyol, 23 Juni.
Kamis, 21 Juni 2012
Vita Princess Syiraf: Alif si L.MESSI Kids
Vita Princess Syiraf: Alif si L.MESSI Kids: Telah lahir bintang cilik baru di persepak bolaan indonesia,. suatu harapan bagi indonesia untuk dapat memajukan sepak bola negri kita yang...
SUPORT SPANYOL-Republik Ceko telah memastikan diri melaju ke babak perempat final Euro 2012. Negara yang pernah bersatu dengan Slovakia ini merebut tiket dari tuan rumah Polandia dan raksasa sepak bola Eropa, Rusia, yang menghuni Grup A. Ceko lolos ke fase lanjut bersama Yunani yang menjadi runner-up. Prediksi Ceko vs Portugal 21 Juni 2012 foto : detik - fajar.n Namun, kini skuad asuhan Michal Bilek ini terancam kehilangan sang kapten, Tomas Rosicky, dalam laga penting melawan Portugal, Jumat (22/6) dini hari. Bintang Arsenal itu dikabarkan harus masuk ruang perawatan akibat cedera tendon achilles yang dialaminya saat membela Ceko melawan Yunani beberapa waktu lalu. Untuk sementara Agen Casino Online, Bilek memasang gelandang FC Viktoria Plzen's, Daniel Kolar, sebagai pengganti Rosicky. "Tomas Rosicky, bersama dengan physiotherapist Pavel Kolar, terbang ke Praha, Minggu (17/6) sore. Rosicky akan menjalani scan dan perawatan di sebuah klinik spesialis," kata juru bicara tim Ceko, Jaroslav Kolar. Portugal lebih difavoritkan dalam laga yang berlangsung Jumat, 22 Juni 2012 atau Jumat dini hari WIB. Toh kiper Ceko, Petr Cech, mengaku tidak gentar. Kiper yang sukses membawa Chelsea menjuarai Liga Champions 2011/2012 itu yakin, timnya bisa mengatasi Portugal. "Kami masih belum kalah. Jelas, kami bisa mengalahkan siapa pun di hari yang baik," kata Cech seperti dilansir Soccerway, Selasa (19/6). "Kami memiliki kesempatan untuk melaju. Ini adalah olahraga dan apa pun bisa terjadi," tegasnya. Portugal lebih difavoritkan karena mereka sanggup lolos dari Grup B yang disebut-sebut sebagai "grup neraka". Penampilan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan juga makin menjanjikan. Cech sendiri mengakui hal tersebut. Cech juga menaruh kewaspadaan tinggi terhadap Cristiano Ronaldo. Bintang Real Madrid itu mencetak 2 gol saat Portugal membungkam Belanda. "Dia memiliki tembakan yang kencang, dia bisa menendang dengan kaki kiri atau kanannya. Dia bisa mencetak gol dari mana pun dan sundulannya pun luar biasa," tutur Cech. Di sisi lain Agen Bola Online, Portugal malah mendapat kritikan dari mantan pelatihnya, Carlos Queiroz. Ia tidak membantah apabila Portugal sangat bergantung pada kemampuan sang bintang, Cristiano Ronaldo. Pemain 27 tahun itu mencetak dua gol ketika berhadapan dengan Belanda. Kemenangan itu membuat Portugal lolos ke babak selanjutnya. Queiroz mengimbau kepada pelatih timnas Portugal, Paulo Bento, melakukan pendekatan berbeda dan menghilangkan ketergantungan tim kepada Ronaldo. "Tim nasional Portugal bukan Cristiano Ronaldo saja dan masih banyak pemain yang bagus di tim ini," kata Queiroz di TVI24. "Pendekatan ini harus berbeda. Ronaldo bukan satu-satunya aset bagi tim," kata Queiroz. (ref/suarakarya) Head To Head Republik Ceko vs Portugal: 11 Juni 2008 Republik Ceko 1 – 3 Portugal(Euro 2008) 5 Pertandingan Terakhir Ceko: 17 Juni 2012 Republik Ceko 1 – 0 Polandia 0 (Euro 2012) 12 Juni 2012 Yunani 1 – 2 Ceko (Euro 2012) 09 Juni 2012 Rusia 4 – 1 Ceko (Euro 2012) 02 Juni 2012 Ceko 1 – 2 Hongaria (persahabatan) 27 Mei 2012 Ceko 2 – 1 Israel (persahabatan) 5 Pertandingan Terakhir Portugal: 18 Juni 2012 Portugal 2 – 1 Belanda (Euro 2012) 13 Juni 2012 Denmark 2 – 3 Portugal (Euro 2012) 10 Juni 2012 Jerman 1 – 0 Portugal (Euro 2012) 03 Juni 2012 Portugal 1 – 3 Turki (persahabatan) 26 Mei 2012 Portugal 0 – 0 Macedonia (persahabatan) Prediksi Susunan Pemain Ceko vs Portugal : Ceko : Cech, Gebre Selassie, Kadlec, Hubnik, Sivok, Hubschman, Rosicky Plasil, Pilar, Jiracek, Baros Portugal : Rui Patricio, Pereira, Alves, Pepe, Coentrao, Meireles, Veloso, Moutinho, Nani, Postiga, Ronaldo Prediksi Skor Akhir Pertandingan Ceko vs Portugl : Ceko 0 - 1 Portugal Pertandingan Ceko vs Portugal disiarkan Live di RCTI dan tv.ada-blog.com pada pukul 1:45 WIB tanggal 22 Juni 2012
Harap Cantumkan Sumber web Ini Jika Anda Copas: http://www.ada-blog.com/2012/06/prediksi-ceko-vs-portugal-21-juni-2012
Rabu, 20 Juni 2012
Srna: Lawan Spanyol Plus Lawan Wasit (alasan)
Special One- Kapten timnas Kroasia, Darijo Srna tampak masih kecewa dengan kegagalan
timnya melaju ke babak perempatfinal Kejuaraan Eropa 2012. Terlebih,
Srna menganggap Kroasia tersingkir karena dirugikan sang pengadil
lapangan.
Kroasia akhirnya harus gagal melaju ke perempatfinal setelah di laga penyisihan Grup C berhasil ditekuk Spanyol lewat gol tunggal Jesus Navas, beberapa menit sebelum peluit akhir pertandingan.
Yang membuat Srna sulit menerima kegagalan ini yakni permainan atraktif Kroasia sepanjang laga. Meski tak mendominasi jalannya pertandingan, namun justru Kroasia yang mampu menciptakan peluang-peluang yang lebih berbahaya.
Dan itu ditambah dengan keputusan-keputusan wasit yang dianggap Srna merugikan timnya. Bek Shakhtar Donetsk ini mencatat ada dua pelanggaran pemain-pemain Spanyol yang harusnya berbuah penalti.
"Kami telah ditunjukkan oleh tim lain cara untuk melawan Spanyol. Tapi kami lupa mengenai wasit," kata Srna dilansir Soccerway.
"Spanyol harus mengubah cara mereka bermain jika ingin memenangkan Kejuaraan Eropa. Mereka tampak kesulitan saat melawan Italia dan kami. Kami bermain lebih bagus dibanding Spanyol tapi wasit tak memberikan dua penalti. Itu menjadi momen sulit bagi kami."
"Wasit-wasit tidak menghormati kami, meskipun Kroasia dalam enam tahun terakhir telah masuk 10 tim terbaik di Eropa. Jika mereka menemukan situasi yang sama terjadi pada Spanyol pasti mereka akan memberikan mereka penalti," tegas Srna.
Namun, Srna juga menyadari jika perlakuan yang diterima timnya telah menjadi konsekuensi saat melawan Spanyol yang menyandang status juara dunia dan Eropa. "Ini sebuah masalah bagi negara-negara kecil ketika mereka melawan Spanyol. Saya tidak tahu apa yang dilakukan tim-tim lain untuk mengalahkan mereka. Tapi mungkin kita harus mengganti wasit," tegas bek 30 tahun ini.
Pertandingan Kroasia kontra Spanyol pada Selasa lalu dipimpin oleh wasit Wolfgang Stark. Dan wasit asal Jerman ini memang beberapa kali luput menyimak insiden demi insiden termasuk saat Vedran Corluka ditarik pertahanan Spanyol saat berusaha menyongsong bola hasil sepak pojok.
Kroasia akhirnya harus gagal melaju ke perempatfinal setelah di laga penyisihan Grup C berhasil ditekuk Spanyol lewat gol tunggal Jesus Navas, beberapa menit sebelum peluit akhir pertandingan.
Yang membuat Srna sulit menerima kegagalan ini yakni permainan atraktif Kroasia sepanjang laga. Meski tak mendominasi jalannya pertandingan, namun justru Kroasia yang mampu menciptakan peluang-peluang yang lebih berbahaya.
Dan itu ditambah dengan keputusan-keputusan wasit yang dianggap Srna merugikan timnya. Bek Shakhtar Donetsk ini mencatat ada dua pelanggaran pemain-pemain Spanyol yang harusnya berbuah penalti.
"Kami telah ditunjukkan oleh tim lain cara untuk melawan Spanyol. Tapi kami lupa mengenai wasit," kata Srna dilansir Soccerway.
"Spanyol harus mengubah cara mereka bermain jika ingin memenangkan Kejuaraan Eropa. Mereka tampak kesulitan saat melawan Italia dan kami. Kami bermain lebih bagus dibanding Spanyol tapi wasit tak memberikan dua penalti. Itu menjadi momen sulit bagi kami."
"Wasit-wasit tidak menghormati kami, meskipun Kroasia dalam enam tahun terakhir telah masuk 10 tim terbaik di Eropa. Jika mereka menemukan situasi yang sama terjadi pada Spanyol pasti mereka akan memberikan mereka penalti," tegas Srna.
Namun, Srna juga menyadari jika perlakuan yang diterima timnya telah menjadi konsekuensi saat melawan Spanyol yang menyandang status juara dunia dan Eropa. "Ini sebuah masalah bagi negara-negara kecil ketika mereka melawan Spanyol. Saya tidak tahu apa yang dilakukan tim-tim lain untuk mengalahkan mereka. Tapi mungkin kita harus mengganti wasit," tegas bek 30 tahun ini.
Pertandingan Kroasia kontra Spanyol pada Selasa lalu dipimpin oleh wasit Wolfgang Stark. Dan wasit asal Jerman ini memang beberapa kali luput menyimak insiden demi insiden termasuk saat Vedran Corluka ditarik pertahanan Spanyol saat berusaha menyongsong bola hasil sepak pojok.
Selasa, 19 Juni 2012
Swedia menang atas Perancis 2-0 dalam laga Grup D Piala Eropa 2012, di Kyev, Rabu dini hari.
Gol kedua Swedia dicetak tendangan voli Sebastian Larsson pada menit 91memanfaatkan kemelut di depan gawang Perancis, sedangkan gol pertama oleh kapten sekaligus bintang Swedia, Zlatan Ibrahimovic pada menit 54.
Tendangan akrobatiknya hasil umpan Larsson dari sisi kiri pertahanan Perancis tidak bisa dibendung oleh kiper Lloris.
Alur serangan Swedia terlihat lebih gencar setelah pemain pengganti Wilhelmsson masuk ke lapangan. Dengan menyisir sisi kanan pertahanan Prancis, beberapa kali Wilhelmsson berhasil membahayakan gawang lawannya.
Di menit 56 terbukti Wilhelmsson membuat peluang. Tendangan volinya hasil umpan Ibrahimovic tepat mengarah ke gawang Prancis, namun masih bisa ditepis oleh penjaga gawang Prancis.
Pelatih Erik Hamren melakukan dua pergantian pada menit 79 Holmen masuk menggantikan Svensson. Kemudian Wernbloom dimasukkan untuk menjadi pengganti penyerang Toivonen.
Di kubu Prancis, tendangan Samir Nasri dari luar kotak penalti hampir saja membuat gawang Swedia bergetar di menit 64, namun ternyata masih melebar.
Menit 71 tendangan M'Villa dari luar kotak penalti sempat membahayakan gawang Isaksson. Beruntung, penjaga gawang Swedia tersebut bisa menyelamatkannya dengan baik.
Pelatih Laurent Blanc pada menit 59 melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Malouda menggantikan Ben Arfa di sayap kanan. Lalu pada menit 77 Nasri digantikan Menez.
Menit 82 Menez sempat membahayakan gawang Swedia dengan tendangan menyusur tanahnya, hasil kerjasama dengan Malouda dan Ribery. Namun masih bisa dihalau oleh kaki kiper Isaksson.
Perancis menambah amunisinya dengan memasukkan Olivier Giroud di menit 83' sebagai pengganti M'Villa.
Penyerang Montepellier itu langsung menjadi ancaman gawang Swedia dengan sundulannya. Hanya saja masih melebar.
Secara keseluruhan Prancis mendominasi pertandingan dengan total penguasaan bola 57 persen. Tendangan ke arah gawang juga lebih banyak Perancis yaitu 24 kali. Sayang Prancis tidak bisa seefektif Swedia dalam memanfaatkan peluang.
Biarpun kalah, Perancis tetap melaju ke babak perempatfinal Piala Eropa 2012 karena berada di peringkat dua Grup D. Sementara itu diperingkat pertama diisi oleh Inggris setelah mengalahkan Ukraina 1-0.
sumber<< http://www.antaranews.com/berita/317117/prancis-lolos-meski-kalah-0-2-dari-swedia
Gol kedua Swedia dicetak tendangan voli Sebastian Larsson pada menit 91memanfaatkan kemelut di depan gawang Perancis, sedangkan gol pertama oleh kapten sekaligus bintang Swedia, Zlatan Ibrahimovic pada menit 54.
Tendangan akrobatiknya hasil umpan Larsson dari sisi kiri pertahanan Perancis tidak bisa dibendung oleh kiper Lloris.
Alur serangan Swedia terlihat lebih gencar setelah pemain pengganti Wilhelmsson masuk ke lapangan. Dengan menyisir sisi kanan pertahanan Prancis, beberapa kali Wilhelmsson berhasil membahayakan gawang lawannya.
Di menit 56 terbukti Wilhelmsson membuat peluang. Tendangan volinya hasil umpan Ibrahimovic tepat mengarah ke gawang Prancis, namun masih bisa ditepis oleh penjaga gawang Prancis.
Pelatih Erik Hamren melakukan dua pergantian pada menit 79 Holmen masuk menggantikan Svensson. Kemudian Wernbloom dimasukkan untuk menjadi pengganti penyerang Toivonen.
Di kubu Prancis, tendangan Samir Nasri dari luar kotak penalti hampir saja membuat gawang Swedia bergetar di menit 64, namun ternyata masih melebar.
Menit 71 tendangan M'Villa dari luar kotak penalti sempat membahayakan gawang Isaksson. Beruntung, penjaga gawang Swedia tersebut bisa menyelamatkannya dengan baik.
Pelatih Laurent Blanc pada menit 59 melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Malouda menggantikan Ben Arfa di sayap kanan. Lalu pada menit 77 Nasri digantikan Menez.
Menit 82 Menez sempat membahayakan gawang Swedia dengan tendangan menyusur tanahnya, hasil kerjasama dengan Malouda dan Ribery. Namun masih bisa dihalau oleh kaki kiper Isaksson.
Perancis menambah amunisinya dengan memasukkan Olivier Giroud di menit 83' sebagai pengganti M'Villa.
Penyerang Montepellier itu langsung menjadi ancaman gawang Swedia dengan sundulannya. Hanya saja masih melebar.
Secara keseluruhan Prancis mendominasi pertandingan dengan total penguasaan bola 57 persen. Tendangan ke arah gawang juga lebih banyak Perancis yaitu 24 kali. Sayang Prancis tidak bisa seefektif Swedia dalam memanfaatkan peluang.
Biarpun kalah, Perancis tetap melaju ke babak perempatfinal Piala Eropa 2012 karena berada di peringkat dua Grup D. Sementara itu diperingkat pertama diisi oleh Inggris setelah mengalahkan Ukraina 1-0.
sumber<< http://www.antaranews.com/berita/317117/prancis-lolos-meski-kalah-0-2-dari-swedia
Senin, 18 Juni 2012
spanyol menang lagii!!
Cuplikan gol Kroasia vs Spanyol, Selasa, 19 Juni 2012, pukul 01.45 WIB, PGE Arena Gdansk, Gdansk.
Spanyol sukses menang atas Kroasia, dengan skor tipis 1-0, di putaran terakhir Grup C, Euro 2012.
Gol kemenangan Spanyol dalam laga ini diciptakan melalui gol tunggal dari Jesus Navas dimenit ke-88.
Hasil ini memastikan Spanyol menjadi juara Grup C, dengan mengoleksi 7 poin. Sedangkan Kroasia gugur menyusul Italia berhasil menang atas Irlandia di laga sebelah.
Baca selengkapnya: http://www.sundul.com/video/cuplikan-gol-spanyol-vs-kroasia-euro-2012/#ixzz1yDYFhJGt
Langganan:
Postingan (Atom)




